(BAB 1) Ruang Lingkup Bisnis

1. Pengertian Bisnis.

   Bisnis yang dalam bahasa Inggris Business yang berkata dasar "Busy" atau sibuk yang artinya suatu kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekumpulan orang yang membentuk ikatan organisasi yang menghasilkan atau menjual jasa atau benda untuk mendapatkan keuntungan.
Berikut ini merupakan pengertian bisnis menurut beberapa ahli :
  • Huat.T.Chwee : Bisnis adalah sekedar sistem yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita.
  • Steinford : Bisnis adalah semua kegiatan yang terlibat dalam menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang-orang.
  • Griffin & Ebert : Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
  • Glos, Steade & Lowry : Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan untuk diorganisir oleh orang orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kwalitas hidup.

2. Jenis-Jenis Bisnis. 

A. Monopsoni.
     Adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah perkebunan dan industri hewan ternak, sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.

B. Oligopsoni.
     Adalah suatu keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.

C. Pasar Oligopoli.
     Adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.

D. Pasar Monopoli.
     Adalah pasar di mana penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual yang menguasai pasar.

3. Tujuan Kebijakan Bisnis.

     Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan .


4. Sistem Perekonomian.
  • Sistem Ekonomi Komando (Terpusat).

sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonomi diselenggarakan oeh pemerintah pusat.

  • Sistem Ekonomi Liberal (Bebas).

sistem ekonomi yang setiap individu bebas berusaha dan memiliki benda.

  • Sistem Ekonomi Campuran.

sistem ekonomi yang lahir dari perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dan liberal.

  • Sistem Ekonomi Tradisional.

sistem ekonomi yang setiap keluarga memproduksi sendiri barang barang kebutuhannya.

  • Sistem Demokrasi Ekonomi.

demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari,oleh dan untuk rakyat dibawah pengawasan emerintah hasil pemilihan rakyat.

 

5. Hakikat Bisnis.


    Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas. Ini konsep bisnis. Bahkan saya ingin mengatakan bahwa bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah spiritualitas.
    Bisnis yang sejati haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan akan menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku maupun pelanggan.
    Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi akan menjadi orang yang penting dan bernilai. Bukankah kita senang dengan orang-orang yang memperhatikan kita, memperjuangkan yang terbaik bagi kita, serta meletakkan kepentingan kita di atas kepentingan mereka sendiri?
Bukankah pada kita senang dilayani dan dianggap penting? Karena itu kita selalu menyukai orang-orang yang melayani kita dengan penuh cinta, memikirkan kebaikan kita dan menempatkan kepentingan kita di atas kepentingan mereka sendiri. Orang-orang seperti ini menjadi orang yang penting. Kalau begitu bukankah untuk menjadi orang penting Anda harus melayani orang lain dengan sepenuh hati?
    Ketika bertemu pelanggan abaikan keinginan untuk mempromosikan dan menjual barang Anda. Anda harus menyadari rumus ini: Tidak ada orang yang akan tertarik pada apa yang Anda jual. Mereka hanya tertarik pada dirinya sendiri.
    Inilah rahasia bisnis yang terpenting. Ketika kita menjual produk kita tak akan pernah berhasil membeli hati pelanggan. Akan tetapi kalau kita mau membuang jauh-jauh kepentingan kita, dan meluruskan niat bahwa kita berbisnis demi kesuksesan dan kebahagiaan orang lain, maka Anda akan membeli hati mereka.
    Saya banyak menjumpai orang sales yang sangat pandai berbicara, tetapi sama sekali tidak punya kemampuan mendengarkan orang lain. Mereka pasti akan gagal.
    Berkaitan dengan pertanyaan kedua bahwa saya sudah mapan, sehingga bisa mengatakan, “Berhentilah mencari uang”, saya ingin menjelaskan bahwa orang yang mengatakan hal ini menggunakan logika terbalik. Yang benar, justru saya menjadi seperti sekarang ini karena sejak dahulu saya tidak pernah memikirkan uang.
   Yang selalu saya pikirkan adalah bagaimana caranya supaya saya bisa melayani klien dengan lebih baik lagi. Bagaimana supaya saya menjadi lebih ahli lagi dalam bidang yang saya tekuni. Bagaimana supaya saya bisa menciptakan program yang berdampak bagi pelanggan-pelanggan saya. Ternyata, semua pelanggan saya puas dengan pelayanan saya.
    Apa yang akan terjadi kalau mereka puas tentunya bisa Anda tebak sendiri. Jadi saya akan mengulangi sekali lagi, bahkan dengan suara yang lebih keras: Berhentilah berpikir tentang uang!